BLORA, (blora-ekspres.com) – Anggota DPR RI Komisi IX Edy Wuryanto menyambut baik rendana Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Nadiem Makarim untuk membuka kembali proses pembelajaran tatap muka (PTM) Juli 2021 mendarang meski masa pandemi Covid-19 belum berakhir.

“Terkait dengan pembelajaran tatap muka, kami mendukung upaya pemerintah yang menyiapkan rencana PTM di sekolah,” kata Edy Wuryanto saat ditemui media seusai sosialisasi pendaftaran izin edar pangan olahan di desa Blungun Minggu (06/06/2021).

Menurutnya, pembelajaran jarak jauh (PJJ) yang dilaksanakan selama masa pandemi tidak efektif dan belum maksimal.

“PJJ yang dilaksanakan selama masa pandemi efektivitasnya paling tinggi hanya 40 persen. Maka kami mendukung pemerintah untuk menyiapkan rencana sekolah tatap muka,” tarang Edy Wuryanto.

Menurutnya, mengembalikan psikologi anak sebagai pelajar sangat penting. Karena, anak-anak sudah kehilangan proses pembelajaran sejak diberlakukan PJJ akibat pandemi Covid-19.

Namun, Edy juga mengingatkan keselamatan peserta didik dan para guru/tenaga pengajar adalah faktor yang paling penting.

Maka dari itu, dia mendesak Pemerintah segera menuntaskan program vaksinasi Covid-19 untuk guru/tenaga pengajar.

Sebagai bentuk dukungannya, selaku anggota DPR RI Komisi IX, Edy Wuryanto telah mengusulkan kepada Kementrian Kesehatan untuk penambahan vaksin bagi guru sebelum pembelajaran tatap muka (PTM) di sekolah diterapkan.

“Jadi, vaksinasi terhadap guru dan tenaga pendidik menjadi salah satu syarat diberlakukannya pembelajaran tatap muka,” lanjut Edy.

Edy juga mengimbau, pembelajaran tatap muka tersebut harus menerapkan protokol kesehatan yang ketat. Tujuannya agar tidak menimbulkan klaster baru COVID-19. Sehingga pada saat penerapan PTM, proses belajar mengajar mengajar bisa berjalan dengan baik dan guru serta murid bisa aman dari Covid-19.

Selain itu, Edy juga mengimbau, kesiapan dari sekolah untuk melaksanakan PTM harus melaksanakan protokol kesehatan dengan ketat. Sebab kesadaran akan hal tersebut penting dilakukan untuk mencegah penyebarluasan covid-19 di lingkungan sekolah.

“Guru dan siswa harus aman, kita akan koordinasi terus dan simultan. Guru harus lebih patuh prokes-nya, ini benar-benar kita kasih assesment nantinya.” ujar anggota Komis IX dari Fraksi PDIP.

Namun yang tak kalah pentingnya, ketika pembelajaran tatap muka (PTM) dimulai pada ajaran baru di Juli 2021 mendatang, bukan berarti memindahkan beban orang tua seluruhnya kepada guru dan pihak sekolah.

Orang tua juga tetap memegang peran penting dalam PTM. Yakni menyiapkan sekaligus mendukung anak dalam adaptasi kebiasaan baru yang diterapkan di sekolah.

Tetapi, salah satu kunci kemampuan dan kesediaan orang tua menggantikan peran sebagai guru sangat minim.

“Kesediaan orang tua menggantikan peran sebagai guru sangat minim, karena tidak semua orang tua bisa mengambil peran pengganti guru,” tegasnya.***Red

Sumber : Blora ekspres

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Social Media Auto Publish Powered By : XYZScripts.com