Difabelnews.com – Blora, Sejumlah 9 Tim DBM melaksanakan monitoring akhir tahun 2020 bersama kelompok dampingan di tiga kecamatan untuk mengevaluasi kegiatan selama satu tahun project Bersama Voice Indonesia terkait peningkatan kapasitas hidup perempuan disabilitas dan orang yang pernah mengalami kusta di Kabupaten Blora. Monitoring dilaksanakan selama tiga hari di rumah makan Sambel Lalap (15-17/12/2020).

Serangkaian kegiatan yaitu pembukaan, pemaparan keadaan lapangan oleh project officer dari tiga kecamatan dampingan Kunduran, Banjarejo, & Jepon, diskusi dengan kelompok dampingan, kemudian penutup. Pertemuan dibuka oleh Abdul Ghofur selaku project leader Difabel Blora Mustika. “Melalui monitoring inilah kita semua bias mengetahui kemudian mengevaluasi kegiatan selama ini, mengidentifikasi capaian outcome project, berhasil atau tidak, semoga sesuai harapan kita semua” ucap Abdul Ghofur dalam pidatonya.

Dari hasil monitoring menghasilkan beberapa kesimpulan sebagai berikut :

  1. Kelompok dampingan mempunyai produk

Selama satu tahun pendampingan melalui beberapa proses setiap kelompok dampingan sekarang mempunyai produk. Dampingan kecamatan Kunduran menghasilkan budidaya jamur tiram, jamur krispi dan teh kelor, dampingan kecamatan Banjarejo budidaya sayuran, makanan olahan dari kelor dan kangkong berupa krupuk, jistik dan peyek, dampingan kecamatan Jepon mempunyai produk kopi mengkudu dan anyaman dari bamboo.

  • Perempuan disabilitas dari tiga kecamatan dampingan diterima masyarakat

Melalui kegiatan home visit ke masyarakat, mempertemukan disabilitas perempuan dengan masyarakat, serta menunjukkan bahwa kegiatan kelompok dampingan positif dan nyata, masyarakat mulai terbiasa dengan keberadaan perempuan disabilitas.

  • Stigma perempuan disabilitas menurun

Sudah ada perbedaan pada awal-awal pendataan sampai saat ini, stigma buruk perempuan disabilitas di masyarakat menurun. Kelompok dampingan mulai diikutsertakan kegiatan masyarakat seperti pertemuan rutinan di desa.

  • Kepercayaan diri perempuan disabilitas meningkat

Perempuan Difabel (Perdifa) di Latih Softskill dalam Pelatihan-Pelatihan seperti Pelatihan Motivasi. Kesetaraan Gender, dan perdepektif Disabilitas, hal inilah yang membuat Perdifa mempunyai kepercayaan diri yang tinggi.

  • Perempuan disabilitas berani menyuarakan hak-haknya di pemerintah desa dan pemerintah daerah.

Sumber : Tim DBM

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Social Media Auto Publish Powered By : XYZScripts.com