Difabelnews.com, Blora – DBM (Difabel Blora Mustika) menginginkan adanya program pemberdayaan berkelanjutan bagi kelompok dampingan di 3 kecamatan yakni Kunduran, Jepon dan Banjarejo. Untuk membahas program berkelanjutan DBM adakan rapat internal di Ruang Pertemuan RM Bamboe Sanjaya Selasa siang (01/12/2020). Rapat dihadiri oleh tim DBM sebanyak 6 orang.

Melalui program peningkatan kapasitas hidup perempuan disabilitas dan orang yang pernah mengalami kusta (OYPMK) yang didukung oleh Voice Indonesia, terbentuklah perkumpulan yang dinamai PERDIFA (Perkumpulan Perempuan Disabilitas) di Kecamatan Kunduran, Banjarejo dan Jepon.

Mereka sudah mempunyai kegiatan yakni anyaman bambu, budidaya jamur tiram dan olahan makanan ringan. Project Leader DBM menginginkan pemberdayaan yang sudah ada tetap berlanjut meskipun kerjasama dengan Voice selesai.

“Kegiatan pemberdayaan bagi disabilitas perempuan bagaimanapun harus berkelanjutan meskipun program Voice selesai, supaya mereka tetap mempunyai kegiatan, bisa menjadi pekerjaan kemudian punya penghasilan sendiri. Pemkab Blora pun pasti akan memperhatikan melalui perkumpulan-perkumpulan mereka”. Tandas Abdul Ghofur selaku Project Leader DBM dalam memimpin rapat.

Rapat juga membahas rencana tindak lanjut bulan Desember 2020 termasuk akan diadakan monitoring akhir tahun yang menghadirkan beberapa lembaga stakeholder, penyelesaian pelaporan akhir project Voice. Masing-masing pendamping menyampaikan perkembangan kelompok dampingan di lapangan.

Sumber : Tim DBM

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Social Media Auto Publish Powered By : XYZScripts.com