PANDEMI Covid-19 tidak menyurutkan tekad komunitas Difabel Blora Mustika (DBM) untuk terus berkarya di bidang kerajinan batik. Sempat berhenti berproduksi selama tiga bulan karena pembatalan pesanan di awal masa pandemi, DBM berkreasi menciptakan motif batik baru. Gambar virus korona dipilih menjadi motif batik. Sempat muncul kekhawatiran batik motif korona yang mereka produksi tidak laku di pasaran, atau bahkan ditolak masyarakat. Namun, keraguan itu tidak terbukti. Tak dinyana, masyarakat menyambut antusias kemunculan batik motif korona. Pesanan datang dari sejumlah pihak, seperti para anggota DPRD, pejabat daerah hingga warga dari luar Kabupaten Blora. Tercatat sejak kali pertama diproduksi hingga awal November 2020, jumlah kain batik yang dipesan telah mencapai lebih dari 100 lembar. Para anggota komunitas DBM bergotong-royong menggarap pesanan pembuatan batik di sanggar mereka di sekretariat DBM di jalan Hasanuddin Desa Kamolan, Kecamatan Blora, Kabupaten Blora, Jawa Tengah. Produktivitas mereka pun kembali terjaga di tengah kelesuan perekonomian global sebagai dampak pandemi Covid-19. Batik motif korona seakan menandai kebangkitan perekonomian para penyandang keterbatasan fisik di Blora, sekaligus menumbuhkan optimisme menjalani hidup di masa pandemi Covid-19.

CEKATAN : Meskipun memiliki keterbasan fisik di jarinya, namun Nur Rohmadi (25) dengan cekatan mewarnai kain batif motif korona di rumah batik Difabel Blora Mustika (DBM) di Desa Kamolan, Kecamatan Blora, Kabupaten Blora, Jawa Tengah, Selasa (27/10/2020). (suaramerdeka.com/Abdul Muiz)

Sumber : https://www.suaramerdeka.com/regional/muria/246187-komunitas-difabel-blora-memproduksi-batik-korona

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Social Media Auto Publish Powered By : XYZScripts.com