SERAMBINEWS.COM, SIGLI – Meski berstatus penyandang disabilitas, Sofyan Jauhar (58), Warga Gampong Dayah Pisang Lamlo, Kecamatan Sakti, Pidie ini saban hari tetap berjuang untuk menghidupi keluarganya.

Penyandang disabilitas yang lebih sering dipanggil warga dengan nama Sofyan Lados itu tetap menjalani hari demi hari dengan tegar.

Keterbatasan fisik pada tangan dan kakinya tak lantas membuat ayah empat anak ini menadahkan tangannya kepada orang lain alias menjadi pengemis.

Justru sebaliknya, Sofyan Lados tetap tegar bergelut mencari nafkah layaknya orang normal dengan bermodal mobil jenis Toyota Kijang pikap yang diberi slogan ‘Mobilku Tongkatku’.

Kemahiran mengendalikan stir dan rem membuat Sofyan Lados tak kesulitan mengemudi mobil. Mobilnya pun selalu wara-wiri mengantar jasa kayu olahan di dua kabupaten, yakni Pidie dan Pidie Jaya (Pijay).

Saban hari, ia lalu lalang mengantar pesangan orangu mulai Kecamatan Sakti dan Mutiara di Pidie, hingga Kecamatan Bandar Baru, Pidi Jaya (Pijay). Ia terus menggeluti jasa antarbarang ini hingga sekarang.

“Saya telah melakoni profesi sebagai sopir sejak tahun 1980-an yaitu eranya masa Bupati Pidie, Drs Nurdin Abdurrahman,” ucap Safyan Lados kepada Serambinews.com, Senin (12/10/2020).

“Alhamdulillah, sampai saat ini belum pernah mengalami kecelakaan karena saya lebih mengedepankan kehati-hatian dalam mencari nafkah buat keluarga,” lanjutnya.

Diceritakan Sofyan, sejak era Bupati Nurdin Abdurrahman, persisnya tahun 1986 lalu, ia menjadi sopir mobil labi-labi untuk mengantar para mahasiswa ke kampus Universitas Jabal Ghafur (Unigha).

Seiring perjalanan waktu dalam menghadapi ketatnya hidup, suami Mursyidah (45) ini terus bergelut menjadi pengantar kayu olahan pesanan masyarakat.



Sumber : https://aceh.tribunnews.com/2020/10/13/perjuangan-hidup-penyandang-disabilitas-ini-bikin-salut-jual-jasa-antar-kayu-untuk-hidupi-keluarga

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Social Media Auto Publish Powered By : XYZScripts.com