Blora-

Senin 12/10/2020 Ketua Difabel Blora Mustika Moh Abdul Ghofur pengguna dua kaki palsu (amputasi 2 kaki) Sedang mengurus perpanjangan SIM D walaupun sudah telat 2 hari ,Berarti harus membuat SIM D Baru di Satuan Penyelenggara Administrasi SIM (SATPAS ) Kabupaten Blora, Setelah melalui beberapa Tahap seperti kepenguran SIM lainnya. Seperti Pengisian Formulir ,tes kesehatan dan tes lainnya ,Namun pada saat Tes Ujian Teori di Komputer lagi-lagi menjadi hambatan untuk penyandang disabilitas tidak bisa mengaksesnya, Entah sebab apa masalahnya. Ketua Difabel Blora Mustika menemui langsung operator petugas tes Ujian SIM di ruang SATPAS diperlihatkan langsung oleh petugas Saat di ketik link untuk Ujian SIM D tidak muncul dikomputer untuk pengguna SIM D

Hal yang sama juga di ungkapkan Sriyono difabel Daksa ” Sudah hampir satu tahun kami menunggu kabar dari SATLANTAS belum tahu alasannya kenapa saya membuat SIM D tidak bisa masak kami mau menunggu terus tanpa kepastian yang jelas” Ungkap Sriyono Tuna Daksa saat dibtemui di Sekretaris lembaga organisasi Difabel Blora Mustika saat di temui Tim Difabel di sekretariat Difabel Blora mustika Jln Hasanuddin Depan SMP 3 Kamolan Blora.

Statement juga di ungkapkan langsung Staf khusus Presiden Deputi V KSP Sunarman Sukamto selaku pembina Difabel Blora mustika saat mengetahui keluhan dari penyandang disabilitas di Kabupaten Blora ” Untuk melapor pada POLDA, Pihak POLDA Jawa Tengah pernah di undang untuk diskusi tentang SIM D, POLDA Jawa Tengah menjamin semua logistik terkait Sim D sudah ada di semua POLRES di wilayah hukum POLDA Jawa Tengah.Kalau ada POLRES yang mempersulit diminta melaporkan kepada POLDA Jawa Tengah “. Nanti saya bantu mengkomunikasikan pihak POLRES untuk kemudahan SIM D bagi teman-teman Disabilitas dikabupaten Blora “Ungkapnya Via telpon saat di minta keterangan Tim Difabel Blora.

This image has an empty alt attribute; its file name is IMG20201012124926-1024x461.jpg
Fhoto Tim Difabel Blora Mustika

Hal ini juga direspon langsung oleh ketua dan pengurus lembaga organisasi difabel blora mustika “Kalau tidak ada kebijakan yang dikeluarkan oleh POLRES untuk kemudahan SIM D ya kami membuat permohonan ke POLDA saat ditemui Tim pada waktu diskusi tentang hak-hak dan perlindungan penyandang disabilitas di sekretariat DBM. ” Sebagai warga Negara yang baik patuh berlalulintas kami juga ingin memilki SIM D difabel sebagai bagian dari rakyat Indonesia.Apa lagi sudah ada UU no 8 tahun 2016, Komisi Nasional Disabilitas dan juga PERDA Kabupaten Blora no 13 Tahun 2019 tentang Penyandang Disabilitas Juga Sudah di rencanakan Negara MENUJU INDONESIA INKLUSI ” tutur beberapa Pengurus DBM yang tergabung dalam diskusi.

Sumber : Tim Difabel Blora

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Social Media Auto Publish Powered By : XYZScripts.com