Sedikitnya 150 penyadang disabilitas mendapat fasilitas pelatihan dan pendidikan cara pengolahan limbah handycraft dan tata boga.

Demikian hal itu dikatakan Kepala BBRVPD Manggana Lubis, saat menyampaikan materi dalam kegiatan merespon kasus vokasi di Kabupaten Kuningan.

Ia mengatakan, tindakan ini seebagai wujud kerjasama antara kementerian dengan Dinsos Kabupaten Kuningan.

“Tujuan diadakanya kegiatan ini, untuk memberikan bekal ilmu pengolahan dan usaha ekonomi produktif kepada penyandang disabilitas.

Baik disabilitas fisik , disabilitas runguwicara,dan disabilitas mental,” katanya di sela kegiatan yang berlangsung di SLB Taruna Mandiri Jalan Raya Caracas Mandirancan, Rabu (23/09/2020).

Ditempat sama, Bupati Kuningan H Acep Purnama menyampaikan terimakasih kepada Kementerian Sosial Republik Indonesia, karena melalui Balai Besar Rehabilitasi Sosial Vokasional Bina Daksa Cibinong.telah memberikan kesempatan kepada para penyandang disabilitas Kabupaten Kuningan untuk mendapatkan haknya.

Menurutnya, kedisabilitasan tidak menjadi penghalang untuk memperolah hak hidup dan hak mempertahankan kehidupannya.

“Hak-hak tersebut sudah diatur oleh pemerintah terdapat pada undang-undang no. 19 tahun 2011 dan undang-undang no. 8 tahun 2016 tentang penyandang disabilitas,” ujarnya.

Pemerintah Kabupaten Kuningan, kata Acep, sudah sejak lama memperhatikan hak-hak penyandang disabilitas.

“Hal ini terbukti dengan adanya penyandang disabilitas yang memiliki kompetensi direkrut menjadi Aparatur Sipil Negara (ASN) dan juga menjadi Tenaga Harian Lepas (THL) lingkungan pemerintah Kabupaten Kuningan,” katanya.

Pada dasarnya, imbuh Acep, kelompok disabilitas merupakan bagian dari warga negara yang memiliki hak dan kewajiban serta peran yang sama dalam bernegara.

“Namun hal tersebut belum terlihat nyata dalam kehidupan. Kemudian, kurangnya akses pendidikan, pekerjaan dan lain-lain menjadikan kelompok disabilitas sulit menjalani kehidupan seperti masyarakat umum lainnya di daerah,” ujarnya.

Sementara itu, Ketua Karang Taruna Kuninga, Elon Carlan mengatakan, salah satu upaya agar mereka bisa mendapatkan hak, dalam menjalankan kewajiban serta peran bernegara adalah dengan cara diberdayakan.

“Bentuk pemberdayaan bagi kelompok disabilitas adalah melalui kegiatan pelatihan keterampilan yang diberikan oleh Kementerian Sosial Republik Indonesia,” katanya.

Sebagai harapan, kat Elon, semoga upaya pemberdayaan melalui kegiatan pelatihan keterampilan ini. “Para penyandang disabilitas mampu menjalani kehidupan yang mandiri,” katanya.

Selain itu dapat terus melatih kemampuan serta bakat yang dimilikinya, sehingga bisa mendapatkan penghasilan untuk meningkatkan kesejahteraan hidup. 



Sumber : https://jabar.tribunnews.com/2020/09/23/latih-mandiri-secara-ekonomi-penyandang-disabilitas-dilatih-pengolahan-limbah-jadi-handycraft?page=1

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Social Media Auto Publish Powered By : XYZScripts.com