Dengan mengenakan kursi rodanya, Ngatini semringah ketika mengikuti Konsolidasi dan Integrasi Pengembangan Kesejahteraan Sosial Tahun 2020 Dinsos Jatim di Hotel Ollino Garden, Kota Malang, 26-27 Agustus 2020.

Ngatini merupakan pewirausaha yang bergerak di bidang konveksi setelah lama menjadi pengangguran.

Kemudian dia mengikuti program pelatihan dari Dinas Sosial (Dinsos) Jatim yang menjadi titik awal usahanya tersebut berkembang.

Dengan dibantu suaminya, Ngatini kemudian menekuni usaha menjahitnya, dan kini memiliki penghasilan bersih senilai Rp 3 juta per bulan.

“Awalnya saya mengikuti pelatihan. Setelah itu saya dibekali modal seperangkat mesin jahit dan obras. Alhamdulillah usaha saya terus berjalan dan kini memiliki empat karyawan,” ucap Ngatini kepada SURYAMALANG.COM, Kamis (27/8/2020).

Pandemi Covid-19 juga menjadi berkah bagi perempuan berkerudung tersebut.

Dia mendapat banyak orderan pembuatan masker setelah sebelumnya Ngatini fokus dalam pembuatan seragam sekolah dan baju seragam kantor.

“Dinsos telah banyak membantu kami memasarkan. Saya banyak bersyukur, karena semua ini terjadi atas izin Allah SWT,” ucapnya.

Sementara itu, Kepala Dinsos Jatim, Dr Alwi mengatakan Ngatini termasuk penerima bantuan sosial yang mampu mengembangkan usahanya.

Namun ada juga beberapa penerima bantuan yang usahanya berjalan biasa saja dan bahkan belum bisa berkembang.

Hal itulah yang menjadi perhatian khusus Dinsos Jatim agar dapat mensejahterakan masyarakat.

Salah satunya melalui kegiatan konsolidasi dan integrasi pengembangan kesejahteraan sosial dengan menjalin sinergitas bersama perangkat daerah terkait.

“Kami melaksanakan tugas pelayanan kesejahteraan sosial terhadap Pemerlu Pelayanan Kesejahteraan Sosial (PPKS) baik yang dilaksanakan dalam UPT (disebut klien) maupun yang sudah kembali ke masyarakat (disebut eks klien).”

“Harapannya, kami bisa membentuk masyarakat yang lebih kreatif, inovatif, berprestasi serta lebih sejahtera masa depan hidupnya,” ucapnya.

Dr Alwi mengajak seluruh stakeholder dan instansi terkait untuk bersama-sama membantu masyarakat di tengah pandemi Covid-19.

Agar nantinya dapat menjadi pemicu masyarakat lainnya untuk lebih produktif lagi dalam menghasilkan sebuah karya.

“Mereka yang memiliki keterbatasan akan kami bina semaksimal mungkin. Kami beri motivasi kepada mereka. Agar perjuangan mereka ini tidak berhenti di pelatihan saja.”

“Tetapi, perlu dilanjutkan lebih berkarya lagi menuju kesejahteraan hidup lebih mapan,” tandasnya.


Sumber : https://suryamalang.tribunnews.com/2020/08/27/difabel-asal-bojonegoro-ini-sukses-menjalankan-bisnis-konveksi-usai-dibina-dinsos-jatim?page=2.




Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Social Media Auto Publish Powered By : XYZScripts.com