DONASI :

DIFABEL BLORA MUSTIKA

BRI CABANG BLORA

0010-01-010439-53-1

BANK BPD BLORA

2-095-04015-5

JEMPUT DONASI :

KANDAR 085 326 683 990

ARIF RAHMAN 082 323 545 771

SRIYONO 085 290 700 524

Alamat : Jln.Kamolan(Depan SMP 3) Kamolan Rt 05 Rw 02 Kec. Blora Kabupaten BloraJawa Tengah  58211

Peluncuran Gerakan KOIN Difabel Peduli Ummat adalah Gerakan nyata Organisasi komunitas lembaga Difabel Blora Mustika (DBM) yang sudah berjalan selama  kurang lebih hampir 4 tahun berjalan.Tujuan gerakan ini adalah salah satunya membantu  keluarga difabel,fakir miskin,anak yatim ,tempat ibadah,panti asuhan dan pengadaan alat bantu untuk penyandang disabilitas di Kabupaten Blora.

Di masa pandemi covid -19 sangat berdampak sekali pada semua orang termasuk penyandang disabilitas.Berangkat dari terpuruknya keadaan difabel; penyandang kusta, OYPMK, tuna netra, tuna runggu, tuna wicara, tuna grahita, tuna daksa, tuna mental, psikotik, autis, polio, amputasi dan difabel berat yang seakan-akan tidak bisa berbuat apa-apa. Serta karena stigma yang masih menghantui sehingga menimbulkan rasa malu, minder, seolah tidak berguna dan tersingkirkan, membuat hati kami semakin muram. Bahkan rasa putus asa hingga ingin bunuh diri selalu menghantui kehidupan kami sebagai kaum difabel. Apa nasib difabel akan seperti ini terus menerus di atas penderitaan dan kepedihan? Kami (difabel) ingin terlerpas dari penderitaan yang selama ini menimpa kami!.

Lewat sebuah keinginan, motivasi dan doa diiringi semangat, kami berusaha bangkit dari keterpurukan dan memutuskan untuk bersatu -berkumpul mendirikan organisasi- Difabel Blora Mustika (DBM). Ini sebagai wadah kami (difabel) untuk  memperjuangkan dan menyuarakan hak-hak difabel kepada pemerintah, yakni untuk mewujudkan daerah/kota ramah inklusi difabel. Kemudian terciptanya peraturan daerah yang dapat menjamin kaum difabel agar diprioritaskan dalam program-program pemerintah. Salah satu keinginan pekumpulan DBM terhadap anggotanya 6.637 adalah berusaha mencarikan program pemberdayaan. Yang nantinya bisa dipergunakan dan dimanfaatkan difabel untuk beraktifitas dan berusaha untuk menyambung hidup mereka untuk mencukupi kebutuhan sehari-hari. Salah satu wujud perhatian DBM kepada anggotanya adalah  pelaksanaan membuat membatik,produk kerajian tangan keset,pernik,asesoris yang nantinya diharapkan bisa dimanfaatkan/digunakan difabel untuk bertahan hidup.

Kebutuhan bahan pokok yang mendesak  adanya COVID-19 .Di tambah  permasalahan  Difabel menjadi kepala keluarga tidak bekerja,pemuda dan perempuan difabel Yang ditolak kerja dan banyak yang belum bisa bekerja dan tidak memiliki pekerjaan di tambah lagi difabel lansia banyak yang tidak di urus keluarganya.Kami sangat berharap ‘YAYASAN AMAL TIGA RODA” mau membantu dan mendukung pengadaan sembako untuk penyandang disabilitas di Kabupaten Blora .Dampak dari covid-19 sangat dirasakan sekali bagi kami penyandang disabilitas.

Latar Belakang

Pandemi penyebaran wabah Covid-19  di Indonesia yang semakin meluas mempengaruhi sekali  terhambatnya aktivitas,lemahnya ekonomie,adanya rasa cemas dan ketakutan warga masyarakat indonesia.Hal ini juga di alami penyandang disabilitas di kabupaten Blora.karena Penyandang Disabilitas di kenal dengan mahluk yang paling rentan,terpinggirkan dan kurang diperhatian. Kurangnya informasi  kepada penyandang disabilitas Adannya wabah covid-19 Membuat mereka Penyandang disabilitas kurang ada perhatian dan kurang ada penanganan pencegahan Penyebaran Virus Covid-19 dari pemerintah.Seiring berkembang covid-19 di indonesia mereka belum memahami cara merawat diri terhindar dari wabah covid,mulai dari memakai masker,penyemprotan Hand sanitizer,mencuci tangan dengan sabun dan cara komunikasi yang baik di masa covid-19. Penyandang disabilitas dikenal lemah jauh dari informasi apabila tanpa ada tindakan khusus kepada mereka di khawatirkan mereka mudah tertular. DBM melalui “ gerakan koin difabel” melakukan  penggalangan dana dimasa covid 19 guna membantu mereka menyediakan alat APD Kepada penyandang disabilitas namun terbatas karena terpaut anggaran yang minim.Setidaknya bisa membantu sebagian mereka terhindar dari wabah covid-19. DBM berharap kepada Voice Indonesia mendukung dan membantu penyandang disabilitas di kabupaten Blora dimasa covid-19 untuk “ kegiatan pemulihan pencegahan penularan wabah covid-19” yang bertujuan mencegah perluasan penularan wabah covid terhadap penyandang disabilitas  di kabupaten blora yang di kenal dengan mahlkuk yang rentan dan lemah.

Penerapan sistem melakukan lock down,Penyemprotan desinfektan,mencuci tangan,menjaga jarak pertemuan dan pemakaian masker  yang dilakukan pemerintah untuk pencegahan  perluasan penyebaran penularan covid-19 Belum semuanya menyentuh Penyandang Disabilitas di Kabupaten Blora. Melihat hal itu DBM Perlu melakukan tindakan khusus untuk membantu menangani penyandang disabilitas agar tidak terdampak dan tertular wabah covid-19. Selain kesehatan penyandang disabilitas yang perlu perhatian khusus juga  dampak dari adannya  lock down membuat rakyat kecil terutama yang berpenghasilan rendah dan menggantungkan pemasukan harian merasakan dampaknya .  Hal ini sangat berdampak sekali bagi Penyandang disabilitas di kabupaten Blora yang sudah bekerja dan punnyai usaha. Ada yang sudah diberhentikan dari kerja,usaha yang berjalan sepi ,bahkan usaha yang berjalan tidak laku sama sekali. Akibat pemasukan menurun dan  tidak ada pemasukkan tetap membuat mereka penyandang disabilitas tidak bisa memenuhi kebutuhan pangan. Ada beberapa Difabel yang menjadi kepala keluarga,menjadi tulang punggung keluarga sangat merasakan sekali akibat adanya wabah covid-19

Berdasarkan kondisi diatas, DBM akan melakukan intervensi pada 16 kecamatan yang mempunyai data terbanyak keberadaan penyandang disabilitas. Yang cukup untuk dilakukan kegiatan pemulihan di masa covid-19. Kegiatan yang dimaksud antara lain adalah  memberikan informasi dan motivasi kepada penyandang disabilitas  dimasa Covid-19,Pengadaan alat APD bagi penyandang disabilitas,Pengadaan bahan Pangan bagi Penyandang Disabilitas. Target Sasaran Kegiatan 16 Kecamatan Di Kabupaten Blora terdiri dari : Tuna Daksa ,Tuna wicara , Tuna runggu, Tuna netra ,Tuna Grahita ,Difabel lumpuh layu .

Permasalahan

Kegiatan  ini memiliki tujuan untuk Mengurangi beban kebututhan dan kurangnya pangan untuk Penyandang Disabilitas di Kabupaten Blora. Penyandang Disabilitas di kenal dengan mahluk yang paling rentan,terpinggirkan dan kurang diperhatian. Adannya wabah covid-19 yang membuat lumpuhnya aktifitas dan Perekonomian Dunia Juga meresahkan warga  masyarakat di Indonesia termasuk Kabupaten Blora.

Lumpuhnya aktifitas ,lemahnya ekonomie ,munculnya rasa kecemasan dan ketakutan mulai dirasakan masyarakat Kabupaten Blora.Penyebaran Virus Covid-19 di Indonesia yang semakin  meluas membuat warga masyarakat  khususnyadi  kabupaten Blora lumpuh terutama di bidang ekonomie dan bidang sehatan.

Penerapan sistem melakukan lock down,Penyemprotan desinfektan,mencuci tangan,menjaga jarak pertemuan dan pemakaian masker  yang dilakukan pemerintah untuk pencegahan  perluasan penyebaran penularan covid-19 Belum semuanya menyentuh Penyandang Disabilitas di Kabupaten Blora. Melihat hal itu DBM Perlu melakukan tindakan khusus untuk menangani penyandang disabilitas agar tidak terdampak dan tertular wabah covid-19. Selain kesehatan penyandang disabilitas yang perlu perhatian khusus juga  dampak dari adannya  lock down membuat rakyat kecil terutama yang berpenghasilan rendah dan menggantungkan pemasukan harian merasakan dampaknya .  Hal ini sangat berdampak sekali bagi Penyandang disabilitas di kabupaten Blora yang sudah bekerja dan punyai usaha. Ada yang sudah diberhentikan dari kerja,usaha yang berjalan sepi ,bahkan usaha yang berjalan tidak laku sama sekali. Akibat pemasukan berkurang dan  tidak ada masukkan membuat mereka penyandang disabilitas tidak bisa memenuhi kebutuhan pangan. Ada beberapa Difabel yang menjadi kepala keluarga,menjadi tulang punggung keluarga sangat merasakan sekali akibat adanya wabah covid-19.

Dari  data rekab DBM 2019 yang berjumplah 6.637  dan banyaknya isu-isu masuk akibat dampak covid-19 kepada Penyandang disabilitas Perlu adanya tindakan khusus :

  1. Memberikan Informasi dan Motivasi  kepada penyandang disabilitasadanya

dampak Covid-19.

  1. Pengadaan alat APD bagi penyandang disabilitas.
  2. Pengadaan bahan Pangan bagi Penyandang Disabilitas.

Tiga hal kegiatan ini akan dilakukan DBM  untuk Penyandang disabilitas dimasa Covid-19. Kegiatan akan dilakukan  di 16 Kecamatan di kabupaten Blora Jawa Tengah Indonesia yang banyak jumplah penyandang disabilitasnya.

Sumber : Tim Gerakan “KOIN DIFABEL PEDULI UMMAT”

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Social Media Auto Publish Powered By : XYZScripts.com