BLORAsuaramerdeka.com – Komunitas Difabel Blora Mustika (DBM ) meluncurkan program Koin Difabel Peduli Umat, Senin kemarin (26/3). Melalui program ini para difabel menyisihkan sebagian rezeki mereka untuk membantu warga yang lebih membutuhkan.  Program ini sekaligus menepis anggapan kaum difabel perlu dikasihani, tapi justru bisa membantu orang lain yang membutuhkan.

Peluncuran program itu dilakukan di sekretariat DBM di Desa Kamolan, Kecamatan Blora. Pengurus DBM sebelumnya telah mengumpulkan 100 kaleng bekas untuk peluncuran program tahap pertama. Kaleng itu selanjutnya dibagikan kepada para anggota DBM dan dibawa pulang. Kaleng tersebut kemudian akan diisi uang koin .

‘’Selama ini banyak yang menyepelekan uang koin Rp 100, Rp 200 atau Rp 500. Uang koin tersebut sering tergeletak dibiarkan saja. Padahal jika dikumpulkan, uang tersebut akan banyak manfaatnya. Kami tergerak untuk memanfaatkan uang-uang koin tersebut,’’ ujar Ketua DBM  Abdul Ghofur.

Didampingi sejumlah pengurus DBM lainnya, Ghofur menjelaskan, uang koin yang dimasukan dalam kaleng bekas sifatnya sukarela. ‘’Sebulan sekali atau saat digelarnya pertemuan anggota, kaleng-kaleng tersebut dibawa dan dikumpulkan. Setelah itu isinya dihitung bersama,’’ tandasnya.

Tidak ada paksaan berapa rupiah kaleng tersebut akan diisi oleh pengurus maupun anggota DBM. Untuk menyamarkan berapa koin dalam satu kaleng ketika hendak dihitung, menurut Ghofur, penghitungannya dilakukan acak. Tidak ada tanda khusus dalam kaleng itu.

‘’Bahkan mungkin anggota yang mengisi kaleng tersebut tidak tahu berapa rupiah yang ada di dalam kaleng itu. Setelah dihitung bersama-sama secara acak, berapa jumlah uang yang terkumpul akan diketahui,’’ katanya.

Kandar, pengurus lainnya mengakui inspirasi dari program tersebut berasal dari program serupa di daerah lain. Menurutnya, dari program pengumpulan uang koin itu, komunitas di sebuah yayasan di daerah lain tersebut bisa membeli mobil ambulans dan digunakan untuk membantu warga yang membutuhkan.

Produk Kerajinan

Selama ini, Komunitas Difabel Blora Mustika terus berkarya dan berinovasi, menghasilkan produk kain batik dan aneka kerajinan lainnya.  ‘’Kami pun ingin keberadaan DBM bermanfaat baik bagi anggota sendiri maupun masyarakat lainnya,’’ tandasnya.

Melalui peluncuran program Koin Difabel Peduli Umat tersebut, DBM seakan ingin menepis penilaian bahwa warga difabel perlu dikasihani. Dengan keterbatasan fisik yang mereka sandang, DBM ternyata bisa bermanfaat bagi warga lainnya. Lewat uang koin-koin yang dikumpulkan dari para anggotanya, DBM hendak berbagi kepada orang-orang yang lebih membutuhkan.

Sumber :   Logo SuaraMerdeka.com

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Social Media Auto Publish Powered By : XYZScripts.com