Hanya diam didalam rumah, itulah yang dilakukan oleh sebagian besar perempuan penyandang disabilitas dan perempuan OYPMK. Adanya keterbatasan membuat mereka jarang bergaul dengan masyarakat sekitar dan lebih memilih untuk tinggal didalam rumah. Tak jarang masyarakat sekitar tidak menyadari akan adanya perempuan peyandang disabilitas dan perempuan OYPMK di sekitarnya dan menyebabkan adanya diskriminasi sosial.

Atas persoalan tersebut, project officer dari Difabel Blora Mustika bertekat untuk bisa mengurangi diskriminasi sosial dan untuk membantu perempuan difabel agar keluar dari stigma diri. Melalui kegiatan kunjungan rumah, dilakukan dialog secara langsung dengan keluarga ataupun masyarakat yang ada di sekitar perempuan difabel dan perempuan OYPMK. Kegiatan tersebut dilakukan pada hari Minggu (05/01) di desa Sumurboto, Semampir, Brumbung secara berurutan dalam beberapa waktu.

“ya sehari-hari Cuma dirumah mbak, sekalinya boleh keluar itu dia jalan terus mbak gak mau berhenti kalau disuruh berhenti malah kadang ngamuk” Ucap ibu Tarminah salah satu tetangga dari Saudari Maziyyah (Difabel ganda).

 

Sumber : Tim Difabel Blora Mustika

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Social Media Auto Publish Powered By : XYZScripts.com