SAATNYA BERBAGI,PEDULI DAN BERDONASI

BERSAMA DIFABEL BLORA

DI MASA COVID-19

1. Latar Belakang

Pandemi penyebaran wabah Covid-19  di Indonesia yang semakin meluas mempengaruhi sekali  terhambatnya aktivitas,lemahnya ekonomie,adanya rasa cemas dan ketakutan warga masyarakat indonesia.Hal ini juga di alami penyandang disabilitas di kabupaten Blora.karena Penyandang Disabilitas di kenal dengan mahluk yang paling rentan,terpinggirkan dan kurang diperhatian. Kurangnya informasi  kepada penyandang disabilitas Adannya wabah covid-19 Membuat mereka Penyandang disabilitas kurang ada perhatian dan kurang ada penanganan pencegahan Penyebaran Virus Covid-19 dari pemerintah.Seiring berkembang covid-19 di indonesia mereka belum memahami cara merawat diri terhindar dari wabah covid,mulai dari memakai masker,penyemprotan Hand sanitizer,mencuci tangan dengan sabun dan cara komunikasi yang baik di masa covid-19. Penyandang disabilitas dikenal lemah jauh dari informasi apabila tanpa ada tindakan khusus kepada mereka di khawatirkan mereka mudah tertular. DBM melalui “ gerakan koin difabel” melakukan  penggalangan dana dimasa covid 19 guna membantu mereka menyediakan alat APD Kepada penyandang disabilitas namun terbatas karena terpaut anggaran yang minim.Setidaknya bisa membantu sebagian mereka terhindar dari wabah covid-19. DBM berharap kepada Voice Indonesia mendukung dan membantu penyandang disabilitas di kabupaten Blora dimasa covid-19 untuk “ kegiatan pemulihan pencegahan penularan wabah covid-19” yang bertujuan mencegah perluasan penularan wabah covid terhadap penyandang disabilitas  di kabupaten blora yang di kenal dengan mahlkuk yang rentan dan lemah.

Penerapan sistem melakukan lock down,Penyemprotan desinfektan,mencuci tangan,menjaga jarak pertemuan dan pemakaian masker  yang dilakukan pemerintah untuk pencegahan  perluasan penyebaran penularan covid-19 Belum semuanya menyentuh Penyandang Disabilitas di Kabupaten Blora. Melihat hal itu DBM Perlu melakukan tindakan khusus untuk membantu menangani penyandang disabilitas agar tidak terdampak dan tertular wabah covid-19. Selain kesehatan penyandang disabilitas yang perlu perhatian khusus juga  dampak dari adannya  lock down membuat rakyat kecil terutama yang berpenghasilan rendah dan menggantungkan pemasukan harian merasakan dampaknya .  Hal ini sangat berdampak sekali bagi Penyandang disabilitas di kabupaten Blora yang sudah bekerja dan punnyai usaha. Ada yang sudah diberhentikan dari kerja,usaha yang berjalan sepi ,bahkan usaha yang berjalan tidak laku sama sekali. Akibat pemasukan menurun dan  tidak ada pemasukkan tetap membuat mereka penyandang disabilitas tidak bisa memenuhi kebutuhan pangan. Ada beberapa Difabel yang menjadi kepala keluarga,menjadi tulang punggung keluarga sangat merasakan sekali akibat adanya wabah covid-19

Berdasarkan kondisi diatas, DBM akan melakukan intervensi pada 8 kecamatan yang mempunyai data terbanyak keberadaan penyandang disabilitas. Yang cukup untuk dilakukan kegiatan pemulihan di masa covid-19. Kegiatan yang dimaksud antara lain adalah  memberikan informasi dan motivasi kepada penyandang disabilitas  dimasa Covid-19,Pengadaan alat APD bagi penyandang disabilitas,Pengadaan bahan Pangan bagi Penyandang Disabilitas. Delapan  kecamatan tersebut antara lain Kecamatan Blora 50 orang,Kecamatan Tunjungan 50 orang ,Kecamatan Ngawen 50 orang ,Kecamatan Kunduran 50 orang, Kecamatan Jepon 50,Kecamatan Jiken 50 orang ,Kecamatan Bogorejo 50 orang dan Kecamatan Banjarejo 50 orang.

2. Permasalahan

Kegiatan  ini memiliki tujuan untuk Peningkatan pencegahan Covid-19 untuk Penyandang Disabilitas di Kabupaten Blora. Penyandang Disabilitas di kenal dengan mahluk yang paling rentan,terpinggirkan dan kurang diperhatian. Adannya wabah covid-19 yang membuat lumpuhnya aktifitas dan Perekonomian Dunia Juga meresahkan warga  masyarakat di Indonesia termasuk Kabupaten Blora.

Lumpuhnya aktifitas ,lemahnya ekonomie ,munculnya rasa kecemasan dan ketakutan mulai dirasakan masyarakat Kabupaten Blora.Penyebaran Virus Covid-19 di Indonesia yang semakin  meluas membuat warga masyarakat  khususnyadi  kabupaten Blora lumpuh terutama di bidang ekonomie dan bidang sehatan.

Penerapan sistem melakukan lock down,Penyemprotan desinfektan,mencuci tangan,menjaga jarak pertemuan dan pemakaian masker  yang dilakukan pemerintah untuk pencegahan  perluasan penyebaran penularan covid-19 Belum semuanya menyentuh Penyandang Disabilitas di Kabupaten Blora. Melihat hal itu DBM Perlu melakukan tindakan khusus untuk menangani penyandang disabilitas agar tidak terdampak dan tertular wabah covid-19. Selain kesehatan penyandang disabilitas yang perlu perhatian khusus juga  dampak dari adannya  lock down membuat rakyat kecil terutama yang berpenghasilan rendah dan menggantungkan pemasukan harian merasakan dampaknya .  Hal ini sangat berdampak sekali bagi Penyandang disabilitas di kabupaten Blora yang sudah bekerja dan punyai usaha. Ada yang sudah diberhentikan dari kerja,usaha yang berjalan sepi ,bahkan usaha yang berjalan tidak laku sama sekali. Akibat pemasukan berkurang dan  tidak ada masukkan membuat mereka penyandang disabilitas tidak bisa memenuhi kebutuhan pangan. Ada beberapa Difabel yang menjadi kepala keluarga,menjadi tulang punggung keluarga sangat merasakan sekali akibat adanya wabah covid-19.

Dari  data rekab DBM 2019 yang berjumplah 5.770  dan banyaknya isu-isu masuk akibat dampak covid-19 kepada Penyandang disabilitas Perlu adanya tindakan khusus :

1. Memberikan Informasi dan Motivasi  kepada penyandang disabilitas.

2. Pengadaan alat APD bagi penyandang disabilitas.

3. Pengadaan bahan Pangan bagi Penyandang Disabilitas.

Tiga hal kegiatan ini akan dilakukan DBM  untuk Penyandang disabilitas dimasa Covid-19. Kegiatan akan dilakukan selama 3 bulan di 8 Kecamatan di kabupaten Blora Jawa Tengah Indonesia yang banyak jumplah penyandang disabilitasnya.

 

5.Maksud dan Tujuan

Mengacu kepada tiga strategi yang digunakan dalam kegiatan ini, antara lain:

Kegitan 1:  Memberikan Informasi dan Motivasi  kepada penyandang disabilitas.

Kegiatan ini  akan dilakukan di  Delapan  kecamatan  Kabupaten Blora menyasar penyandang disabilitas  yang bertujuan untuk memberikan pemahaman dan cara  merawat diri terhindar dari penularan covid-19 dan mencegah  penyebaran covid -19.Kegiatan  ini akan dilakukan DBM  dengan menyiaapkan tenaga yang sudah terlatih  dan memahami cara pencegahan covid-19 mendatangi Kelompok sasaran dengan melakukan home visit memberikan pemaham dan cara  merawat diri dimasa covid 19. kegiatan ini akan dilakukan di 8 kecamatan seminggu sekali.

Kegiatan  2: Pengadaan alat APD bagi penyandang disabilitas.

Kuranngya alat pelindung diri  (APD) yang di sediakan pemerintah daerah maupun pemerintah desa.Membuat kekhawatiran terjadinya perluasan penularan covid-19 terutama bagi penyandang disabilitas yang rentan dan lemah.Pengadaan alat APD kepada penyandang disabilitas bertujuan untuk menjaga/ merawat diri dari penularan covid-19 dan mengurangi perluasan penyebaran virus covid-19. DBM akan memberikan alat APD  Kepada penyandang di sabilitas diantaranya : Kecamatan Blora 50 orang,Kecamatan Tunjungan 50 orang ,Kecamatan Ngawen 50 orang ,Kecamatan Kunduran 50 orang, Kecamatan Jepon 50,Kecamatan Jiken 50 orang ,Kecamatan Bogorejo 50 orang dan Kecamatan Banjarejo 50 orang.

Kegiatan 3: Pengadaan bahan Pangan bagi Penyandang Disabilitas.

Kegiatan pengadaan bahan pangan untuk penyandang Disabilitas di kabupaten blora bertujuan untuk membantu meringankan kebutuhan bahan pangan selama covid-19.Dampak dari adannya wabah covid sangat berdampak sekali bagi penyandang disabilitas terutama mereka yang menjadi kepala keluarga dan tulang punggung keluarga. Adanya covid 19 penyandang disabilitas banyak yang tidak bisa bekerja dan tidak punya penghasilan.Dari hasil komunikasi DBM dengan Penyandang disabilitas mereka tidak mendapatkan bantuan pangan dari pemerintah. Kegiatan ini akan dilakukan DBM seminggu sekali selama 3 bulan dimasa covid-19 di 8 kecamatan  kabupaten blora.

6.Sasaran

Kegiatan ini akan dilakukan di Wilayah Kabupaten Blora, Jawa Tengah. Secara spesifik intervensi akan dilakukan pada wilayah Kaupaten Blora, antara lain Kecamatan Blora,Kecamatan Tunjungan,Kecamatan Ngawen ,Kecamatan Kunduran, Kecamatan Jepon,Kecamatan Jiken,Kecamatan Bogorejo dan Kecamatan Banjarejo.

:

DIFABEL BLORA MUSTIKA

BRI CABANG BLORA

0010-01-010439-53-1

BANK BPD BLORA

2-095-04015-5

JEMPUT DONASI :

KANDAR 085 326 683 990

ARIF RAHMAN 082 323 545 771

SRIYONO 085 290 700 524

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Social Media Auto Publish Powered By : XYZScripts.com